Rabu, 20 Oktober 2021

Enam Laskar FPI yang Ditembak Polisi Jadi Pahlawan Revolusi Akhlak

Enam Laskar FPI yang Ditembak Polisi Jadi Pahlawan Revolusi Akhlak

Jakarta, Swamedium.com Enam Orang Syuhada Laskar Front Pembela Islam yang melakukan tugas pengawalan dan penjagaan Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq Shihab, dianugerahi gelar ‘Pahlawan Nasional Revolusi Akhlak’ dari Majelis Bangsa Indonesia.

Banner Iklan Swamedium

“Dengan mengharap ridho, taufiq dan tawakkal kepada Alloh SWT. Tuhan yang Maha Kuasa serta didasari rasa tulus ikhlas, kami MBI (Majelis Bangsa Indonesia),
Menganugerahkan gelar kepada Enam Laskar FPI yang gugur dalam pengawalan dan pengamanan Habib Muhammad Rizieq Syihab, Imam Besar Umat Islam,” dalam siaran persnya tertanda tangani Sekretaris Jendaral Majelis Bangsa Indonesia Habib Muchsin Ahmad Al Attas, LC

Tragedi kemanusiaan km 50 yang mengakibatkan enam orang anak bangsa meregang nyawa itu mendapat perhatian Nasional dari semua kalangan latar belakang, berbagai elemen masyarakat anak bangsa.

“Kami MBI (Majelis Bangsa Indonesia) terdiri dari para Sulthan dan Raja Nusantara, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan Pemangku Adat, Para Purnawirawan TNI, Praktisi dan Kaum Profesional, Para Cendikiawan, Akademisi, Aktifis Nasional, Ormas dan LSM” lanjutnya.

Enam nama warga sipil yang mendapat gelar pahlawan nasional itu yakni diantaranya ;

  1. Andi Oktiawan, 33 tahun (Jakarta, 29 Oktober 1987)
  2. Ahmad Sofiyan aka Ambon, 26 tahun (Jakarta, 06 Juli 1994)
  3. Faiz Ahmad Syukur aka Faiz, 22 tahun (15 September 1998)
  4. Muhammad Reza aka Reza, 20 tahun (Jakarta, 07 Juni 2000)
  5. Lutfil Hakim, 25 tahun
    (27 September 1996)
  6. Muhammad Suci Khadavi, 21 tahun (Kelahiran tahun 1999)

Kemudian, diakhir kalimatnya, Majelis Bangsa Indonesia berharap, agar Enam para syuhada tersebut menjadi suri tauladan bagi kita semua, dan menjadi penyemangat, untuk lebih gigih memperjuangkan tegaknya keadilan dan kembalinya kedaulatan ditangan Rakyat.

“Besar harapan Kami Agar Para Syuhada Tersebut menjadi suri tauladan bagi kita semua, dan menjadi penyemangat, untuk lebih gigih dalam memperjuangkan tegaknya keadilan dan kembalinya kedaulatan ditangan Rakyat. Nashrun minaAllohi wa Fathun Qorib” harapnya.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita