Minggu, 11 April 2021

Rachlan Nasidik: Jika ada bukti kuat, laporkan ke Komisi HAM Jenewa

Rachlan Nasidik: Jika ada bukti kuat, laporkan ke Komisi HAM Jenewa

Politisi Partai Demokrat, Rachlan Nasidik

Jakarta, Swamedium.com – Perkembangan Kelanjutan kasus penembakan enam anggota laskar Fron Pembela Islam beberapa waktu yang lalu masih menyita perhatian dari berbagai kalangan termasuk para politisi nasional.

Banner Iklan Swamedium

Politisi partai Demokrat, Rachlan Nasidik, ikut berkomentar terkait masalah tersebut menurutnya, Bila ada bukti kuat, sekali lagi bila ada bukti kuat, 6 warga sipil yang ditembak mati itu mengalami penyiksaan, hal tersebut bisa dilaporkan pada sidang Komisi HAM PBB di Geneva. RI sudah meratifikasi Convention against Torture melalui UU No.5 tahun 1998.

“Bila ada bukti kuat, sekali lagi bila ada bukti kuat, 6 warga sipil yang ditembak mati itu mengalami penyiksaan, hal tersebut bisa dilaporkan pada sidang Komisi HAM PBB di Geneva,” tutur Rachlan, melalui akun Twitter pribadinya, Senin (21/12).


Rachlan mengatakan, bahwa Pemerintah Indonesia juga telah meratifikasi convention against torture melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1998.
Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1998 disebutkan bahwa konvensi mengatur pelarangan penyiksaan baik fisik maupun mental dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat manusia.

“Pepublik Indonesia, sudah meratifikasi convention against torture melalui UU Nomor 5 Tahun 1998.” Pungkasnya. (Deep)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita