Sabtu, 06 Maret 2021

Munarman ; Pencabutan SP3 kasus chat mesum sebagai strategy deception

Munarman ; Pencabutan SP3 kasus chat mesum sebagai strategy deception

Foto: Munarman. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyebut pencabutan SP3 kasus chat mesum yang rencana dibuka kembali oleh Pengadilan Jakarta Selatan, sebagai putusan politik yang merupakan strategi penyesatan untuk mengalihkan peristiwa penembakan enam anggota Laskar FPI.

Banner Iklan Swamedium

Sebelumnnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan mencabut Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus dugaan chat mesum dengan tersangka HRS, Selasa (29/12).

Pada Putusan perkara nomor 151/Pid.Prap/2020/PN.Jkt.Sel itu dinyatakan bahwa penyidikan kasus tersebut dilanjutkan.

Menurut Munarman,  jika dilihat dari segi isu, sangat jelas hal ini merupakan strategi untuk menyesatkan agar publik melupakan isu yang tengah ditangani Komnas HAM itu.

Dia pun menuding putusan yang dikeluarkan PN Jaksel ini bermuatan politik dan hanya mementingkan beberapa pihak saja. Apalagi ini juga diduga agar kasus yang menewaskan enam anggota Laskar FPI belum terungkap dengan tuntas hingga ke para perencananya..

“HRS, terus mengamanatkan kepada seluruh umat islam agar tidak berhenti menuntut dibongkarnya otak perencana dibalik pembantaian enam syuhada,” terang  Munarman.

“Dari segi isu ini disebut strategy deception, yaitu penyesatan dan pengacauan informasi agar publik melupakan isu pembantaian enam syuhada,” kata Munarman melalui keterangan, Selasa (29/12).

Apalagi kata Munarman praperadilan berkaitan dengan dibukanya lagi kasus chat mesum yang melibatkan Imam Besar FPI Rizieq Shihab itu juga tergolong kilat. Jelas kata dia, jika memang putusan mesti menunggu antrean kasus lain, mestinya praperadilan terkait kasus itu tak diputus langsung.

Karena  masih ada praperadilan yang diajukan HRS lebih dulu, namun belum diputuskan hingga saat ini.

“Praperadilan yang diajukan oleh Habib lebih dahulu didaftarkan dengan nomor register 150. Baru mau disidang 4 Januari 2021,” kata dia.

“Sementara praperadilan yang memutuskan SP3 nomor registernya 151, didaftarkan setelahnya, tapi sudah diputus oleh PN Jaksel. Aneh bin ajaib bukan,” Tutup munarman. *

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita