Sabtu, 16 Januari 2021

Longsor Cihanjuang Sumedang, HILMI siagakan relawannya untuk turut bahu membahu, bantu terhadap sesama

Longsor Cihanjuang Sumedang, HILMI siagakan relawannya untuk turut bahu membahu, bantu terhadap sesama

Jakarta, Swamedium.com – Puluhan orang masih tertimbun, sementara sebelas orang lainnya didapati telah meninggal dunia juga delapan belas orang mengalami luka luka, serta anggota BPBD, dan juga Danramil Cihanjuang turut menjadi korban, dalam musibah tanah longsor yang terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (09/01/2021) malam.

Banner Iklan Swamedium

Menurut informasi dari BPBD, didapati, Dua petugas yang turun langsung untuk ikut melakukan pencarian dan evakuasi korban longsor, juga, turut menjadi korban longsor susulan di lokasi rawan bencana, Ds. Cihanjuang, Kab. Sumedang, diantaranya, yang berhasil diidentifikasi, yakni ; Komandan Koramil Cimanggung Kapten Infantri Setiyono Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, Yedi.

Menanggapi adanya musibah longsor tersebut, Tim SRU (Search And Rescue Unit) dari HILMI Cilacap, Jawa Barat (Hilal Merah Indonesia) segera bergerak mendatangi lokasi untuk terjun, membantu evakuasi korban dan ikut mendirikan posko kesiapsiagaan (pos komando) di titik lokasi bencana.

Menurut informasi, dilansir dari laman, hilalmerahindonesia.com pada Senin, (11/01/2020)
Tim pendataan lapangan HILMI telah mendirikan posko penerimaan bantuan di Desa Cihanjuang RT 03 RW 01, Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Saat ini, Tim HILMI Cilacap telah berada dilokasi sembari menunggu instruksi selanjutnya serta tengah mengumpulkan bantuan logistik lainnya.

Sebelumnya, diberitahu Pusat Koordinasi DPP HILMI, telah melakukan koordinasi intensif dengan Pusat Koordinasi Daerah HILMI Jawa Barat untuk diteruskan kepada Koordinator HILMI di setiap wilayah masing-masing Kota dan Kabupaten. Terutama koordinator yang berdekatan dengan titik rawan lokasi bencana.

Kemudian, sedari Ahad, (10/01/2021) lalu, Pusat Koordinasi Daerah HILMI Jawa Barat, telah tiba di Lokasi bencana untuk terus mengabarkan perkembangan terkini mengenai situasi musibah longsor tersebut, juga turut melakukan pemantauan dan pemetaan wilayah, terdampak longsor. Tim SRU HILMI juga tetap melakukan upaya koordinasi dengan relawan lainnya yang telah berada di lokasi.

Dikutip dari Hilal Merah Indonesia, Salah seorang relawan HILMI yang ikut dalam tim evakuasi dan pendataan, mengabarkan langsung dari lokasi terjadinya bencana, yang disampaikan kepada Pusat Kordinator DPP HILMI. Menurutnya, setelah mendapati informasi duka atas terjadinya bencana longsor, Dirinya, menuliskan pesan berupa salam tangguh kerelawanan, Kemudian, ia pun juga menyampaikan pengalaman untuk pembelajaran ke semua relawan, yakni ; tingkat kewaspadaan yang ekstra tinggi, deteksi dini gejala gejala, dan faktor tanda tanda alam mengenai longsor susulan.
“Selamat malam kawan kawan relawan, hari ini kita mendapat berita duka dan pelajaran, terkait penanganan longsor di Sumedang” kata seorang relawan HILMI dari lokasi bencana.

Terlebih, terkait penanganan longsor tersebut, sebab ‘conture’ tanah yang masih rawan dipijak, dan rumah rumah penduduk yang berada di bawah ceruk, dinding sudut elevasi, kemiringan tanah.
“Pada saat pencarian korban tertimbun longsor, harus hati hati pelajari kondisi tanah longsoran, antisipasi terjadi longsor susulan” ujarnya.

Dirinya pun berharap agar para relawan tetap terus berjaga dilokasi sebagai langkah antisipatif akan terjadinya longsor susulan, karena sudah ada relawan pertolongan dan pencarian korban longsor dan para tim evakuasi yang hadir ditengah bencana malah ikut menjadi korban longsor susulan, dalam kurun waktu yang berdekatan.

“Malam ini beberapa, Anggota BPBD, Polisi dan TNI yang mencari korban tertimbun kena longsor susulan. Sudah ada dua yang ditemukan meninggal dunia. Sekali lagi, ini pelajaran bagi kita semua, termasuk kawan2 relawan. Semoga tidak terjadi diwaktu mendatang. Tetap semangat untuk Kemanusiaan, Jaga kesehatan, salam.” tutup dia dalam tulisannya.

Menurut data dari lapangan, relawan HILMI melaporkan, data dini terkait korban longsor di Kampung Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Menurut informasi, diperoleh sejumlah 32 orang korban telah meninggal dunia. Untuk diketahui, berikut kontak, Penanggung jawab Posko Relawan Kemanusiaan Hilal Merah Indonesia, dilokasi, Ustad Yahya, yang beralamat, di Desa Cihanjuang RT 03 RW 01, Kampung Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Selain itu, Lain Hal, berdasar dari laman akun situs jejaring sosial pertemanan Facebook, terkait adanya Musibah longsor di Cimanggung, Sumedang.
Akun @Gunhendra Menuliskan info dan membagikan postingannya, Menurutnya, masyarakat Cimanggu, yang terdampak musibah tanah longsor tersebut banyak yang menanti bantuan dari tim laskar siaga bencana, berseragam putih putih.

“Masyarakat tahu biasanya mereka terdepan karena sudah sering dibantu. Tapi bingungnya laskar dilarang pakai atribut. Akhirnya mereka tetap turun dengan relawan lainnya walau tanpa baju putihnya. Jazakumullah khairan katsira” tulisnya dalam postingan, pada Ahad (10/01/2020).(*.Jok)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita