Kamis, 15 April 2021

Influncer Dibayar, PKS Tanyakan di Rapat Paripurna; Apakah Pakai Anggaran APBN?

Influncer Dibayar, PKS Tanyakan di Rapat Paripurna; Apakah Pakai Anggaran APBN?

Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzamil Yusuf. (Ist)

Jakarta, Swamedium.com-Dalam rapat Paripurna dalam rapat paripurna ke-13 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020-2021, turut menyinggung pegiat media sosial (medsos) yang ditengarai sebagai buzzer pemerintah.

Banner Iklan Swamedium

Adapun yang disoriti oleh Muzzamil mengenai pengakuan seorang influncer yang memakai nama Abu Janda yang 2018 lalu sempat menyebut adalah seorang tim sukses Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk Pilpres 2019 sebagai influncer.

“Abu Janda mengaku dibayar dengan nominal besar tanpa menyebut jumlahnya. Pertanyaan kami untuk klarifikasi kepada publik, apakah Permadi Arya dibayar dengan anggaran APBN?” kata Muzzamil di ruang rapat paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Dia melanjutkan, bila benar Abu Janda merupakan influencer dari pemerintah, maka kenapa hingga saat ini tetap dipertahankan.

Apalagi, kata dia, Abu Janda yang pernah mengaku ustadz ini sudah kelewatan batas dengan bersikap rasis terhadap umat Islam, Dalam akun media sosial twitternya Abu Janda mencuitkan bahwa agama Islam adalah agama yang arogan di Indonesia. Dia mengatakan Islam sebagai agama pendatang dari Arab. Terakhir perlakuan rasis tersebut dikakukan terhdap mantan Komisoner Komnas HAM Natalius Pigai.

“Karena komentarnya menjurus pada tuduhan rasis dan penistaan agama. Dugaan rasis terhadap Natalius Pigai, dan terkait isu agama,” tutur Muzzamil.

Seperti diketahui, bebrapa waktu lalu, Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim Polri karena cuitannya di media sosial. Dia dituding mengucapkan kalimat mengandung rasis yang ditujukan ke Natalius Pigai.**

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita