Rabu, 12 Mei 2021

Refly Harun: Kapolri jangan sepelekan kasus meninggalnya Ustadz Maaher At-Thuwalilibi

Refly Harun: Kapolri jangan sepelekan kasus meninggalnya Ustadz Maaher At-Thuwalilibi

Foto: Pengamat Hukum Refly Harun (ist)

Jakarta, Swammedium.com-Wafatnya Ustadz Maaher At-Thuwalilibi di Rutan Bareskrim Polri dalam tahanan menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk ahli hukum tata negara Refly Harun.

Banner Iklan Swamedium

Refly Harun menegaskan, kasus Ustadz Maaher meninggal dunia di dalam tahanan tidak boleh disepelekan. Pasalnya, muncul dugaan publik yang curiga terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Komentar Refly Harun tersebut diutarakan dalam sebuah video berjudul “Ustadz Maaher Meninggal di Tahahan!! Siapa Tanggung Jawab” yang dibagikan lewat saluran YouTube nya.

Refly Harun juga menyampakin rasa berduka mendengar kabar meninggalnya Ustadz Maaher. Namun, dia mengomentari ada beberapa poin yang harus dibahas karena menyangkut adanya tahanan yang meninggal di Rutan.

Hal semacam ini tidak bisa disepelekan kometar Refly Harun, dengan tegas. Sebab, ada hal sensitif menyangkut HAM sebagai diungkapkan pula oleh Komnas HAM.

Lebih jaauh, Harun pun menyinggung sebuah peertanyaan tentang adanya kemungkinan terjadi pelanggaran besar.

“Ada beberapa aspek yang saya bahas. Pertama, ada fakta tahahan meninggal di Rutan. Ini fakta tidak bisa disepelekan. Kenapa? Kalau komnas HAM bilang ini sensitif HAM, ya saya sepenuhnya setuju,” ungkap Refly Harun seperti dikutip dari cahanel youtubnya.

“Karena ketika tahanan meninggal dalam penahanan, apalagi belum ada proses peradilan, baru ditahan, belum dilimpahkan jadi terdakwa atau terpidana, maka ini sesungguhnya ada pelanggaran besar,” sambungnya.

Mengomentari soal pelanggaran HAM yang belum diketahui secara pasti, Refly Harun menuturkan, tetap saja masalah semacam ini perlu ditelisik kembali.

“Apakah di sana ada pelanggaran HAM atau tidak, yang diserang adalah hak untuk hidup. Itu hak paling esensial. Mau diganti apapun belum ada teknik yang mengembalikan nyawa,” kata Refly Harun.

Oleh sebab itu, Refly Harun mendesak agar berbagai pihak tidak menyepelekan kasus Ustadz Maaher meninggal dunia di tahanan ini. Dia tak luput mengingatkan peranan Presiden Jokowi.

“Komnas HAM tidak boleh disepelekan (kasus ini). Presiden Jokowi juga tidak boleh menyepelekan kasus ini. Kapolri juga. Karena ada tahanan belum diadili meninggal di rutan. Itu satu fakta yang tak bisa dielakkan lagi,” tandas Refly Harun.

Refly Harun berpesan kepada Kapolri baru agar meninggalnya Ustadz Maaher di dalam rutan bisa menjadi evaluasi. **

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita