Sabtu, 24 April 2021

Gandeng Mahasiswa Pangdam XVIII/Kasuari Bangun Tanah Papua Barat Menuju Indonesia Maju

Gandeng Mahasiswa Pangdam XVIII/Kasuari  Bangun Tanah Papua Barat Menuju Indonesia Maju

Pangdam Kasuari Papua Barat Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa

Manokwari, Swamedium.com – Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, didampingi Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Djoko Andoko serta pejabat Kodam lainnya menerima audiensi Mahasiswa Universitas Papua (Unipa) dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan, Rabu (3/3/2021) di ruang Yudha Makodam XVIII/Kasuari, Trikora Arfai 1, Manokwari, Papua Barat.

Banner Iklan Swamedium

Dalam pertemuan tersebut I Nyoman Chantiasa mengungkapkan, dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, segenap Warga Negara Indonesia harus tetap waspada, karena Covid-19 adalah ancaman global.

“Sampai sekarang, pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia masih terus berjuang untuk keluar dari pandemi tersebut. Korban dari pandemi Covid-19 hingga saat ini cukup banyak. Hitungan di skala internasional hampir 2,4 juta orang, yang telah melebihi korban dari perang dunia. Untuk tingkat nasional, korban mencapai hampir 32.000 jiwa, dan di tanah Papua Barat sendiri kurang lebih ada 127 orang yang meninggal akibat pandemi Covid-19,” kata Cantiasa di hadapan mahasiswa.

Dia menjelaskan pemerintah telah melakukan berbagai formulasi untuk menghadapi pandemi ini, mulai dari PSBB, PPKM Mikro, dan terakhir ini dicoba dengan strategi ‘Kampung Tangguh’.

“Kita coba, bagaimana kita mendesain suatu kampung yang lengkap. Di sana semua stakeholder terlibat, baik TNI-Polri, pemerintah daerah dari tingkat kabupaten sampai dengan tingkat RT/RW, dan sebagai informasi kita sudah punya 115 Kampung Tangguh di seluruh tanah Papua Barat ini, dimana kampung tangguh tersebut harus memiliki ketahanan pangan, sehingga disaat terjadi lockdown, masyarakat sudah mampu untuk menghidupi dirinya dalam hal pangan, sekaligus mampu mencukupi kebutuhan pangan yang ada di kampungnya,” ungkapnya.

“Untuk itu perlunya kita membuat sebuah ketahanan pangan di seluruh wilayah Papua Barat, dengan cara membudayakan masyarakat untuk berkebun, membuat tanaman-tanaman sayur, memelihara ikan, dan beternak untuk kebutuhan gizi masyarakat sehari-hari,” sambungnya.

Kondisi masyarakat saat ini khususnya di masa pandemi Covid-19, ekonomi semakin menurun dan daya beli masyarakat semakin rendah. Melihat hal itu, Kodam XVIII/Kasuari memiliki sebuah gagasan bagaimana membuat sebuah pilot project ketahanan pangan, yang bisa dijangkau oleh masyarakat dan menyentuh langsung di hati masyarakat tanpa membutuhkan biaya yang mahal, yakni dengan menggunakan limbah dan bahan bekas yang ada di lingkungan sekitar.

Sekali lagi, ancaman di depan kita ini di samping pandemi Covid-19 juga masalah krisis ekonomi, lanjut Pangdam. Jadi, jangan sampai krisis kesehatan dikarenakan kita lalai dan tidak ketat dalam menghadapinya, kemudian bergeser menjadi krisis ekonomi dan selanjutnya krisis ekonomi ini berlanjut menjadi krisis sosial. Untuk itu, semua stakeholder saat ini hendaknya terus berpikir tentang bagaimana menghentikan pandemi Covid-19 ini, dan salah satunya dengan terus membangun sinergi. Mengapa? karena permasalahan bangsa tidak bisa diselesaikan secara individu.

Menyiapkan ketahanan pangan masyarakat di Papua Barat adalah menjadi tanggung jawab bersama, termasuk juga para Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan Unipa, yang secara akademisi mendapatkan ilmu tentang bagaimana bercocok tanam, namun harus tetap melakukan inovasi-inovasi, terkait dinamika di lapangan, dihadapkan pada kondisi geografis Papua Barat.

“Kita harus selalu memiliki banyak ide gagasan, bagaimana dengan biaya yang murah kita bisa menyiapkan ketahanan pangan untuk masyarakat Papua Barat. Untuk itu, Kodam XVIII/Kasuari mengajak Civitas Akademika Unipa untuk memberikan contoh kepada masyarakat bagaimana menyiapkan ketahanan pangan yang baik dengan biaya yang sangat murah. Konsep pertanian ketahanan pangan yang sederhana adalah bagaimana masyarakat kita bisa memetik sayur di sekitar rumahnya setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan vitamin sehingga ke depan sumber daya manusia Papua Barat semakin baik,” ujar Pangdam Mayjen I Nyoman Cantiasa.

Menurutnya, ketahanan negara itu sama dengan ketahanan pangan, dimana disaat ketahanan pangan kropos atau melemah dan tidak ada makanan, hal ini menjadi tanda bahwa suatu negara akan hancur.

“Dalam situasi sekarang, ancaman ke depan adalah ancaman global. Kalau kita tidak memiliki daya saing, kita tidak memiliki keunggulan, maka adik-adik sekalian akan tergilas. Karena saat ini negara lain terus bergerak maju, memikirkan bagaimana caranya agar negaranya bisa maju,” tutupnya

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita