Rabu, 15 September 2021

Tipu Pelamar Kerja, Warga Sidrap Raup Puluhan Juta

Tipu Pelamar Kerja, Warga Sidrap Raup Puluhan Juta

Jakarta, Swamedium.com – Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana manipulasi data. Dalam kasus ini, pelaku memanipulasi data seolah-olah otentik melalui media elektronik, yang dilakukan dengan cara membuat undangan rekrutmen karyawan BNI palsu.

Banner Iklan Swamedium

Dalam aksinya, pelaku berinisial MTN menggunakan logo BNI dan Waskita Karya dalam undangan rekrutmennya tersebut.

“Tersangka MTN melakukan rekrutmen karyawan BNI dengan menggunakan logo atau lambang BNI, sehingga terlihat seolah-olah dibuat atau diadakan oleh pihak Bank BNI melalui situs internet website https://recruitmentbni.snaphunt.com/ dan jooble.org,” ujarnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Kamis (25/3).

Nantinya, setelah korban tertarik dengan lamaran palsu yang dibuat oleh MTN, kemudian MTN meminta sejumlah uang kepada korban. Menurut alasan pelaku, uang tersebut untuk akomodasi hotel dan biaya transportasi sebesar Rp 1.700.000.

Pelaku memerintahkan kepada korban untuk mentransfer uang tersebut ke nomor rekeningnya. Kemudian, uang hasil dari penipuan tersebut digunakan pelaku untuk kehidupan sehari-hari.

“Kemudian jika ada korban yang tertarik, bisa mengirimkan lamaran dan mengirimkan data identias diri melalui link bit.ly/rekrutment-BNI, selanjutnya apabila ada yang tertarik akan dihubungi oleh tersangka melalui email tersangka yaitu [email protected] Selanjutnya tersangka juga akan
menghubungi korban melalui SMS atau WhatsApp,” jelas Yusri.

Terdapat daftar email palsu yang dipergunakan pelaku untuk melakukan perbuatan penipuan rekruitmen karyawan, di antaranya rekruitmen Pertamina, rekruitmen Chevron, rekruitmen Adwijaya.wika dan rekruitmen Angkasapura Logistik.

Yusri menuturkan, pelaku melakukan aksinya sejak tahun 2020 dan meraup uang sebesar Rp40 juta dalam aksi penipuannya tersebut.

“Tersangka dikenakan Pasal 35 jo pasal 51 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan atau denda paling banyak Rp12 Miliar,” tutupnya.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita