Rabu, 12 Mei 2021

Apakah Pemerintah berani memberantas KKB, atau hanya berani sebatas Ormas ?

Apakah Pemerintah berani memberantas KKB, atau hanya berani sebatas Ormas ?

Kelompok Kriminal Bersenjata yang selalu unjuk kekuatan dengan melakuakn teror.

Jakarta, Swamedium.com-Menguatnya aktifitas KKB (Krlompok Kriminal Bersenjata) belakangan dan telah melakukan penembakan terhadap Kabinda Papua, Brigjen TNI Putu Nugraha. Tentunya peristiwa ini memukul TNI, dan banyak pihak bahwa pemerintah harus bersikap tegas atas peristiwa ini.

Banner Iklan Swamedium

Penanganan KKB di Papua, dipastkan oleh pemerintah tidak akan berbenturan dengan nilai hak asasi manusia karena pelaksanaannya secara tegas terukur dengan pendekatan hukum.

“Presiden sudah wanti-wanti soal penanganan KKB ini. Harus tegas tetapi tidak boleh mengabaikan HAM,” kata Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko saat menggelar konferensi pers Festival HAM 2021 secara daring di Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (28/4).

Sebagaimana diketahui, Sebelum Sidang Kabinet Paripurna, Selasa (27/4) kemarin, beragam masukan penanganan KKB Papua sudah disampaikan TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) kepada Moeldoko.

Moeldoko menilai kejahatan yang dilakukan KKB di Papua memasuki babak baru. Sebab, kejahatan KKB mulai menjurus pada tindakan terorisme yang memunculkan rasa tidak aman, takut, hingga pembunuhan kepada masyarakat Papua itu sendiri.

“Ada usulan tidak lagi menggunakan istilah KKB tetapi teroris. Saat ini usulan tersebut masih jadi kajian bersama,” tutupnya.

Namun menariknya, berselang berapa hari, Aksi yang dilakukan oleh Densus 88 justru menangkap mantan Sekretaris Umum FPI Munarman, atas dugaan teroris. Tak hanya itu, petugas juga menggeledah kantor bekas markas FPI di Petamburan, dan menyinggung adanya dugaan bahan peledak, namun lagi-lagi sejumlah barang yang ditemukan justru untuk membersihkan WC. **

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita