Rabu, 12 Mei 2021

Masih Banyak Pinjol Ilegal yang Menjebak Customer

Masih Banyak Pinjol Ilegal yang Menjebak Customer

Jakarta – Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menonaktifkan ratusan pinjaman online ilegal yang merugikan masyarakat, namun masih ada beberapa pinjaman online yang masih melakukan aksinya dan menjebak masyarakat.

Banner Iklan Swamedium

Salah satunya dialami oleh warga Tangerang TA. Dia menceritakan awalnya pada tanggal (21/4) dirinya terpaksa melakukan ke pinjaman online Duit Numpuk karena ada keperluan yang sangat mendesak.

Usai mendownload aplikasi, dirinya pun memenuhi aturan perihal persyaratan yang diajukan seperti mencantumkan foto KTP dan melakukan foto diri.

“Usai melakukan persyaratan, saya mencoba untuk mencairkan dana pinjaman senilai Rp1juta,” kata TA saat menyambangi Polda Metro Jaya.

TA mengatakan usai mengajukan pinjaman di aplikasi duit numpuk tersebut dirinya beberapa kali diminta melakukan verifikasi wajah dan foto memegang KTP. Dirinya pun mengecek rekening miliknya dan betapa terkejutnya setelah dirinya melihat ada dana sebesar Rp3.5 juta.

“Saya bingung dan kaget karena tiba-tiba ada dana sebesar Rp 3.5juta. Saya pun mencoba untuk menghubungi customer service namun tidak dapat dihubungi,” jelasnya.

Masalah tak berhenti disitu saja, esoknya ditanggal (23/4) TA kembali mengecek rekening dan kembali ada dana yang masuk dengan jumlah total Rp8.2 juta. Pihaknya pun lalu melakukan pengecekan terhadap aplikasi Duit Numpuk.

“Saya kaget ternyata yang mencairkan itu ada beberapa aplikasi dan justru bukan aplikasi duit numpuk,” tegasnya.

“Beberapa aplikasi diantaranya adalah Digidana, mitratunai, mitrapedagang, ok kredit dan beberapa aplikasi lainnya,” katanya.

Oleh karena itu dirinya akan melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya, OJK dan lembaga Konsumen Indonesia

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita