Jumat, 25 Juni 2021

Korban Kasus Pemalsuan Tanah Surati Kapolda Banten

Korban Kasus Pemalsuan Tanah Surati Kapolda Banten

Jakarta – Kuasa Hukum Bumi Mahkota Pesona Hartono Tanuwidjaja menyurati Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adinugroho perihal kasus pemalsuan surat tanah yang dilakukan oleh PT Griya Sukamanah Permai.

Banner Iklan Swamedium

“Kami kembali bersurat kepada Kapolda Banten agar kasus yang dialami oleh Klien saya bisa segera ditangani dengan baik,” kata Hartono dalam Rilisnya, Jumat (28/5).

Dikatakan Hartono surat tersebut dikirimkan oleh pihaknya kepada Kapolda Banten tanggal 29 April 2021 lalu. Selain ke Kapolda Banten surat tersebut juga dikirimkan ke Presiden RI,
Menko Polhukam RI, Menteri Agraria dan Tata Ruyang / BPN RI,
Kabareskrim Mabes Polri, Kadiv Propam Polri, Karo Wassidik Bareskrim,
Irwasum, Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Tanah dan Mobudsman RI.

“Menurut Hartono surat yang dikirim tersebut memohon
Adanya penindakan terhadap laporan polisi
No.TBL/377/XII/RES.1.9/2020/SPKT.III/Banten tanggal 11 Desember 2020
atas nama pelapor kliennya Hendro Kimanto yang melaporkan Reagen
Honoris dan kawan kawan. Laporan Hendro Kimanto terkait Proyek
Perumahan Modernland Cilejit milik PT Bumi Mahkota Pesono Cq. Hendro
Kimanto Liang,” jelasnya

Laporan yang dibuat dan dikirimkan teruntuk kepada
Kapolda Banten itu merujuk LP/387/XII/RES.1.10/2018/Banten/SPKT.II
tanggal 19 Desember 2018 yang pelapornya Hendro Kimanto Liang dan
terlapornya H. Achmad Gozali.

“Saat ini Ahmad Gozali disangkakan melanggar Pasal
170 KUGHP atau Pasal 406 KUHP dalam hal Pengrusakan dan pemerataan tanah milik PT Bumi Mahkota Pesona dan sudah menjalani sidang tuntutan,” tegasnya

Diungkapkan lebih lanjut secara kasat mata telah terjadi tindak pidana pemalsuan surat dan penyerobotan tanah milik PT Bumi Mahkota Pesona dengan cara PT Banten Berlian Indonesia cq Pembeli yang dimiliki H. Ahmad Gozali dan H. Suharyo Suharsoyo telah membuat dan menandatangani kesekapatan jual beli No.2 tanggal 4 April 2018 dihadapan Notaris Moh.Abror, SH,MKn. Dimana PT Bumi Mahkota Pesono
sebagai pemilik atas bidang – bidang tanah di Desa Sukamanah, Kec Jambe, Kab. Tangerang dan Desa Batok, Kecamatan Tenjo, Kab. Bogor seluas kurang lebih 45 hekare.

Namun, disebut Hartono bahwa masa kerjasama jual beli selama 6 bulan PT Banten Berlian Indonesia (pembeli) hanya dua kali mengirimkan uang DP pembelian Rp.5 miliar. Selanjutnya tidak melaksanakan perjanjian notaril meskipun telah meng-akses surat – surat tanah milik PT Bumi Mahkota Pesono dari kantor notaris.

Dan hal tersebut telah disomasi oleh PT Bumi Mahkota Pesona kepada PT Banten
Berlian Indonesia untuk menyatakan BATAL kesepakatan Jual Bali. Sebab, PT Banten Berlian Indonesia tidak ada melanjutkan transaksi sampai dengan surat permohonan atensi dibuat dan dikirimkan. 

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita