Kamis, 05 Agustus 2021

Warga Bogor demo Bima Arya, HRS Sebut 10 Kebohongan Bima Arya

Warga Bogor demo Bima Arya, HRS Sebut 10 Kebohongan Bima Arya

Sejumlah massa melakukan demo memprotes Walikota Bogor, Bima Arya.

Bogor, Swamedium.com-Usai melaksanakan sholat Jumat, Sekitar 1500 massa pendukung Habib Rizieq Shihab kembali melakukan gelar aksi unjuk rasa di Kota Bogor. Aksi berlangsung di depan pintu gerbang Gedung DPRD. Pada saat demo sempat memicu terjadi kerumunan massa (11/6/2021).

Banner Iklan Swamedium

Banyak pendemo yang membawa spanduk menyatakan protes terhadap Bima Arya dan meminta Habib Rizieq Shihab (HRS) segera dibebaskan dari segala tuntutan hukum yang kini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Sehari sebelumnya, pada Pleidoi (pembelaan) yang disampaikan HRS, Kamis (10/6), HRS sebut ada 10 kebohongan Walikota Bogor Bima Arya, terkait kasus tes swab di Rumah Sakit (RS) Ummi Bogor, saat HRS dirawat disana. Dan kini HRS menjadi terdakwa penyebaran kabar bohong.

HRS mengakui Bima Arya bersama Satgas Covid-19 Kota Bogor datang ke RS Ummi pada 26 dan 27 November 2020, disambut baik rumah sakit. Kemudiaan dipertemukan dengan HRS, terjadi kesepakatan untuk menyelesaikan masalah.

“Faktanya, tengah malam sepulangnya dari RS Ummi, Bima Arya berubah pikiran dan menugaskan Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syah untuk buat laporan Polisi, 28 November 2020″. ungkap Habib Rizieq Shihab.

“Ternyata, Bima Arya lebih mengedepankan penyelesaian hukum dari pada penyelesaian kekeluargaan yang disepakati sebelumnya dan bertolak belakang dengan kesepakatan musyawarah”. lanjut Habib Rizieq Shihab.

HRS, menyebut kebohongan kedua, yaitu soal laporan Polisi terhadap dirinya tidak pernah dicabut dengan alasan dilarang Kapolda Jawa Barat. Padahal, sebelumnya Bima berjanji akan mencabut laporan polisi.

Kebohongan Ketiga, Bima Arya menyatakan RS Ummi tidak koperatif dan tidak pernah melapor diungkap dipersidangan pada 8 April 2021. Faktanya, kata HRS, saat Bima datang ke RS Ummi, ia disambut baik dan pihak RS sangat kooperatif, serta permintaan Bima agar HRS melakukan test PCR telah dipenuhi.

“Laporan hasil tes PCR saya juga sudah dikirim, secara online dan real time oleh Laboratorium RSCM ke Kemenkes RI pada 27 November 2020,” tutur Habib Rizieq Shihab.

Kebohongan keempat, Bima Arya menuduh RS Ummi menghalangi tes PCR terhadap HRS. Namun menurut HRS, RS Ummi setuju melakukan tes PCR, Satgas Covid-19 Kota Bogor bersama tim Mer-C.

Kebohongan Kelima, Bima Arya menyampaikan dihalang-halangi HRS dan menantunya, Muhammad Hanif Alatas, karena menurutnya pihak HRS menolak tes PCR ulang.

“Faktanya, saya keberatan tes PCR dua kali dalam waktu berdekatan dan Habib Hanif menanyakan apa urgensi tes PCR dua kali dalam waktu berdekatan,” kata Habib Rizieq Shihab.

Kebohongan keenam, Bima Arya sudah damai dengan RS Ummi dan janji tidak akan melanjutkan ke polisi. Tapi nyatanya kasusnya tetap dilanjutkan ke polisi.

Kebohongan ketujuh, Bima Arya mengaku hanya melaporkan RS Ummi saja. Namun HRS bersama Habib Hanif Alatas justru turut dijadikan tersangka oleh polisi dan jaksa, kini menjadi terdakwa.

Kebohongan Kedelapan, Bima Arya dikatakan dalam persidangan awal, mengaku sudah dapat janji dari Habib Hanif Alatas tentang laporan hasil PCR.

“Faktanya, setelah dicecar dipersidangan oleh Habib Hanif dan mengaku yang janji itu tim Mer-C bukan Habib Hanif,” tegas Habib Rizieq Shihab.

Kebohongan Kesembilan, Bima Arya mengaku menindak tegas semua pelanggar protokol kesehatan di Kota Bogor.

“Tapi kenyataan hanya RS Ummi dan dirinya serta Habib Hanif Alattas saja yang dipidanakan dan disidangkan ke pengadilan”. pungkas Habib Rizieq Shihab.

Terakhir Kebohongan kesepuluh, Bima Arya menyebutkan, jika seseorang tak tahu dirinya sakit, lalu mengatakan dirinya baik-baik saja, setelah diperiksa dokter ternyata sakit, orang tersebut tidak bisa disebut berbohong karena tidak tahu. Akibat laporan Bima Arya, untuk hal itu saat ini HRS dituntut enam tahun penjara terkait kasus di RS Ummi.

Dalam tuntutan Jaksa HRS diyatakan bersalah dalam kasus tes usap RS UMMI Bogor, Habib Rizieq Shihab didakwa dengan pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 Peraturan Hukum Pidana tentang Peraturan Hukum Pidana juncto pasal 55 ayat 1 KUHP ke-1 KUHP.

Subsider pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, subsider pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dakwaan kedua disangkakan pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dakwaan ketiga Pasal 216 ayat 1 KUHP, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. **

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita