Kamis, 05 Agustus 2021

Pernyataan JPU soal gelar Imam Besar, Pengacara HRS peringatkan JPU, “Jaksa Itu dibayar Rakyat”

Pernyataan JPU soal gelar Imam Besar, Pengacara HRS peringatkan JPU, “Jaksa Itu dibayar Rakyat”

Habib Rizieq Shihab saat membacakan pledoi di PN Jakarta Timur

Jakarta, Swamedium,com-Menanggapi tudingan Jaksa penuntut umum (JPU) yang menilai status imam besar HRS hanya isapan jempol semata, hal ini mendapat tanggapan dari Pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar. Kata-kata ‘hanya isapan jempol semata’ yang diucapkan jaksa diungkapkan pada  saat membacakan replik atas pleidoi dalam sidang di PN Jaktim, Senin (14/6/2021).

Banner Iklan Swamedium

Pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar, mengatakan status imam besar itu diberikan oleh jutaan rakyat Indonesia yang terjadi pada saat mengikuti aksi 212.

“Begini, jadi kalau dari saya pribadi dan tim kuasa hukum menanggapi soal itu masalah keberatan dengan ucapan atau klaim imam besar, itu hak setiap pribadi ya,” kata Azis Yanuar kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6/2021).

“Kita tidak pernah memaksa seseorang untuk menganggap Habib Rizieq imam besar, itu tidak pernah. Itu adalah klaim jutaan rakyat Indonesia itu setahu saya,” katanya.

“Waktu aksi 212 waktu itu sampai saat ini juga sepengetahuan saya,” jelasnya.

Terkait kata-kata kasar, kata Aziz, Habib Rizieq tidak ada bermaksud untuk menyinggung orang lain dalam pernyataannya.

Menurutnya, ucapan Habib Rizieq itu merupakan bentuk dari ketegasan.

“Jadi, kalau ada yang menafikan, itu bukan urusan kami. Itu kemudian soal kata-kata kasar dan kurang berkenan gitu kan untuk mereka. Habib tidak ada niat untuk menyinggung siapa pun.”

“Akan tetapi, jika ada yang tersinggung ternyata oleh ucapan HRS, itu adalah urusan mereka masing-masing. Jadi yang dimaksud Habib itu adalah hal-hal yang memang harus diucapkan secara tegas secara jelas.”

“Dan jangan lupa, Habib ini adalah salah seorang dari beberapa terdakwa yang karena kasus prokes saya garis bawahi ya pintu masuk ini kan kasus prokes, dijatuhi hukuman dan dipidana sedemikian rupa,” papar Aziz yanuar.

“Kemudian juga beliau yang menjalani. Artinya, kita harus mengerti juga kondisi psikologis beliau yang ingin sekali menegaskan dengan semangat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Aziz menilai pernyataan jaksa juga kasar. Aziz meminta kepada jaksa untuk tak lagi membuat pernyataan kasar karena dianggap bertindak sebagai aparat negara.

“Dan jangan lupa, jaksa menanggapinya dengan cara apa? Caranya baik ? Apa kata-katannya juga baik ? jadi kalau seperti itu, saya juga bisa berpersepsi bahwa tanggapannya itu menurut kami kurang sopan, kurang baik” Tegas Aziz,

“Apalagi mereka ini aparatur negara, dibayar oleh rakyat. Kita ini rakyat, Habib rakyat, seharusnya sikap meraka baik. Cara menegurnya juga harus baik, tadi menurut kami kata-kata JPU juga kasar” tutup Aziz Yanuar. **

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita