Rabu, 04 Agustus 2021

Sistem layanan CEISA terganggu, pengusaha ekpor-impor rugi ratusan juta rupiah

Sistem layanan CEISA terganggu, pengusaha ekpor-impor rugi ratusan juta rupiah

Informasi Bea Cukai tentang adannya kendala Layanan System CEISA

Jakarta, Swamedium.com-Akibat sistem layanan Customs-Excise Information System and Automation (CEISA), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang mengalami gangguan (down) sejak beberapa hari belakangan ini, banyak  pengusaha mengeluh, karena merasa dirugikan hingga reatusaan juta perharinya.

Banner Iklan Swamedium

Menurut salah satu pelaku usaha ekport-import, U. Ginting, pihaknya tidak bisa menjalankan usahanya secara normal saat ini, sebab tidak bisa mengakses sistem layanan tersebut.

“Bagaimana kalau begini, akibat downnya CEISA tersebut, kita tidak bisa mengakses dan mengunggah dokumen yang sebelumnya sudah diunggah ke sistem CEISA. Akibat down nya aplikasi CEISA ini kita dan pengusaha eksport- impor mengalami kerugian ratusan juta perharinya, akibat banyaknya perjanjian kontrak yang tidak sesuai jadwal.” katanya ketika ditemui di kantornya di Jakarta Barat, Selasa (13/7/2021)

Dikesempatan lain, Jhos, 30 th, salah seorang karyawan dari salah satu perusahaan ekspor-impor merasa risau dengan down nya aplikiasi system CEISA ini.

“Saya heran, CEISA ini kan aplikasi berskala  Nasional, kok bisa ya, sistem down sampai berhari-hari sperti ini, seharusnya dengan tenaga ahli yang ditunjuk dan anggaran yang ada harusnya bisa dimintanance dalam waktu singkat, jadi perusahan tidak harus mengalami kerugian yang besar setiap harinya” ucap Jhos, ketika ditemui kantor Bea dan Cukai (13/7/2021)

Ketika ditelusuri ke kantor bea cukai mengenai downnya Alpikasi sistem CEISA ini pada counter  pengunjung hanya terdapat kertas bertulisan ; bit ly/duktekbcpriok, yang ditempel pada kaca pelayanan.

Banyak pengusaha berharap, respon cepat dilakukan untuk memfungsikan kembali sistem CEISA atau ada solusi cepat yang dilakukan dengan memberkakukan sistem manual sembari menunggu perbaikan aplikasi.

“Sebab hal ini  memang sangat penting dalam keberlangsungan proses bisnis pada layanan ekspor- impor nasional, seharusnya ada solusi alternatif yang lain seperti bisa dilakukan manual jika aplikasi dalam keadaan down sperti ini. Tapi nyatanya sitem manualpun sampai saat ini belum dapat merespon untuk proses billing untuk impor dan akibatnya perusahaan yang akan menggung biaya demurage dan storage yang biayanya cukup mahal perharinya. Belum kalau kita kena klem dari penguna jasa, bisa bangkrut perusahaan kalu begini caranya.” ungkap U. Ginting kesal.

Untuk informasi lebih lanjut tentaang solusi yang dihadapi dengan permasalahan downnya  apiliaksi sistem CEISA ini masih diupayakan konfirmasi ke pihak terkait.**

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita