Senin, 25 Oktober 2021

Satu-persatu Hakim dan Jaksa yang menghukum HRS 4 tahun penjara, berlanjut ke Pengadilan Akhirat

Satu-persatu Hakim dan Jaksa yang menghukum HRS 4 tahun penjara, berlanjut ke Pengadilan Akhirat

NANANG GUNARYANTO. SH. MH.

Jakarta, Swamedium.com- Satu persatu hakim dan jaksa yang menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara kepada Habib Rizieq Shihab (HRS) tutup usia dan menempuh parjalanan menuju Pengadilan Akhirat.

Banner Iklan Swamedium

Kabar terbaru datang dari web kejaksaan yang menyatakan bahwa Jaksa Agung RI beserta jajaran menghaturkan Turut berdukacita atas meninggalnya Adhyaksa Hebat NANANG GUNARYANTO. SH. MH.

(Kasubdit Penuntutan TPUL Pidum Kejagung)

Yang wafat pada Jumat 16 Juli 2021 Jam 06.00. WIB di RS Bateshda Yogyakarta.

Semoga almarhumah mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, Semoga diampuni semua kesalahan dan dosa serta diterima semua amal ibadahnya.

Bagi keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan kekuatan iman. #beritaduka #adhyaksaberduka

Begitulah pesan di akun instagram resmi Kejaksaan Agung RI, hari ini Jum’at (16/7/2021). 

Diketahu bahwa Nanang Gunaryanto adalah salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tes swab RS Ummi Bogor yang telah menuntut Habib Rizieq 6 tahun penjara dalam sidang tuntutan di PN Jaktim, Kamis (3/6/2021). 

Ke-12 Jaksa dalam kasus itu yaitu ; Baringin Sianturi, Syahnan Tanjung, Nanang Gunaryanto, Teuku Rahman, Tedhy Widodo, Deddy Sunanda, Hafiz Kurniawan, Heru Saputra, Muhammad Syarifuddin, Hangrengga Berlian, Sulvia Triana Hapsari dan Diah Yuliastuti.

Sebelunnya dalam sidang vonis yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Khadwanto dan anggota Muarif, Suryaman, Hapsoro, Vicktor, dan M Yusuf, bahwa Habib Rizieq Shihab dinyatakan bersalah dan divonis selama 4 tahun penjara.

Hari meninggalnya Nanang Gunaryanto di hari ini Jum’at (16/7) berarti hanya sekitar satu bulan setengah setelah ia dkk membacakan tuntutan 6 tahun penjara terhadap Habib Rizieq Shihab menyusul Hakim Suryaman meninggal dunia Sabtu (10/7/2021). 16 hari setelah pembacaan vonis.

Tuntutan maupun vonis terhadap Habib Rizieq memang banyak dinilai oleh berbagai kalangan sangat zalim dan tidak adil karena ini bukan kasus pembunuhan, bukan kasus mengkorupsi uang negara apalagi menjual aset negara, tetapi Habib Rizieq Shihab dituntut dan di vonis begitu berat. 

Habib Rizieq disangkakan oleh jaksa (Nanang dkk) menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS Ummi hingga -klaim jaksa- menimbulkan keonaran.

“Menuntut supaya majelis hakim mengadili, Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah bersalah melakukan menyiarkan berita bohong,” kata jaksa saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jaktim, Kamis (3/6/2021).

“Menjatuhkan pidana penjara terdakwa Muhammad Rizieq bin Husein Shihab alias Habib Muhammad Rizieq berupa dengan pidana penjara selama 6 tahun penjara,” tambah jaksa.

Dalam pertimbangannya, jaksa menuding Habib Rizieq terbukti menyiarkan berita bohong dengan cara menyebarkan video yang menyatakan bahwa keadaanya saat itu sehat. Padahal, saat itu menurut Jaksa Habib Rizieq terpapar COVID-19 alias virus Corona yang dari Wuhan, Cina itu. 

Usai. sidang pembacaan vonis, Habib Rizieq saat itu langsung menyatakan banding. “Dengan ini saya menolak putusan Majelis Hakim, dan saya menyatakan banding,” kata Habib Rizieq tegas.

Usai menyatakan banding, Habib Rizieq menyalami Majelis Hakim satu per satu. Kemudian, ia menyampaikan pesan kepada majelis hakim.

“Insya Allah, kita akan bertemu di pengadilan akhirat nanti,” ujar Habib Rizieq.

Sebelum kembali ke tahanan, Habib Rizieq Shihab melanjutkan menyalami penasihat hukumnya, dan menegaskan untuk terus melawan atas kezaliman yang menimpanya. Habib Rizieq juga menyalami keluarga yang menghadiri persidangan tersebut. Sambil menebarkan senyuman, Habib Rizieq Shihab menunjukkan sikap tegar dihadapan keluarga dan pengunjung sidang yang lain. **

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita