Sabtu, 18 September 2021

“Dagelan Hukum” Djoko Tjandra

“Dagelan Hukum” Djoko Tjandra

Mardani Ali Sera, Politisi Partai keadilan Sejahtera

Jakarta, Swamedium.com — “Dagelan Hukum” kembali terjadi di depan publik. Pengadilan Tinggi Jakarta memangkas hukuman Djoko Djandra dari 4,5 tahun menjadi 3,5 tahun penjara. Mencederai keadilan masyarakat dan bukan tidak mungkin dapat menghilangkan efek jera bagi pelaku korupsi, keprihatinan kita bersama

Banner Iklan Swamedium

Fenomena ini menimbulkan anggapan matinya gerakan antikorupsi. Selain KPK yg sedang mengendur, aspek implementasi semangat antikorupsi dalam hal hukuman jg kian mundur. Ketika itu saya mengapresiasi penangkapan ybs, banyak pelajaran penting yg bisa diambil seperti rangkaian proses penanganan.

Kasus Djoko Tjandra merupakan masalah extraordinary, kita amat berharap sejumlah penjahat/koruptor lain yg kabur dari Indonesia termasuk yg buron di dlm negeri harus dikejar & diungkap. Namun “ending” dari kasus ini scr tidak langsung menjadi potret amburadulnya hukum di negeri kita.

Jika kejadian seperti ini terus berulang, sistem penegakan hukum bisa rusak. Begitu jg dgn wibawa aparat penegak hukum sampai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum yg jd luntur. Pentingnya sensitivitas keadilan bagi masyarakat

Jgn sampai kasus ini menunjukkan amburadulnya penataan negara kita dari level rendah sampai level tertinggi. Korupsi merupakan kejahatan luar biasa, bisa dibilang masuk kategori pelanggaran hak asasi manusia. Sulit diterima jika para pengadil memberikan hukuman ringan kpd pelakunya, apalagi jika melibatkan penegak hukum. Tidak ada negara yang maju tapi tidak tegas dan jelas penegakan hukumnya.

*Penulis : Mardani Ali Sera (Politisi PKS)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita