Selasa, 28 Juni 2022

Sering Jalan-jalan ke Jakarta, Bupati Mamteng Papua Disindir Warganya

Sering Jalan-jalan ke Jakarta, Bupati Mamteng Papua Disindir Warganya

Jayapura – Masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) Papua yang terdiri atas lima Distrik dan 59 Kampung kecewa atas sikap Bupati Ricky Ham Pagawak (RHP) karena  membagi-bagikan uang kepada warga di luar Papua.

Banner Iklan Swamedium

Ketua Tim Peduli Kabupaten Mamberamo Tengah, Ditimus Wanimbo mengatakan, kekesalan warga ini tidak ada sangkut paut dengan politik, namun ini sebuah ungkapan sakit hati dari masyarakat setempat.

Ditimus Wanimbo menyampaikan bahwa saat ini masyarakat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah setempat, justru masyarakat melihat pemimpin mereka lebih peduli dengan warga di luar Mamberamo Tengah.

“Kami harus berbicara masalah ini karena beberapa tahun terakhir sudah melihat kondisi yang ada di kabupaten Mamberamo Tengah dari 5 distrik dan 59 kampung. Bupati seharusnya lebih perduli serta memprioritaskan masyarakatnya, tapi bupati lebih fokus untuk kepentingan pribadi,” kata Ditimus Wanimbo beberapa waktu lalu.

Dia menyatakan penilaian oleh warga yang telah mempercayakan Bupati RHP memimpin selama 10 tahun ini adalah datang dari suara rakyat, akan tetapi pemerintah tidak pernah memberikan perhatian itu kepada masyarakatnya sendiri, sehingga rasa kecewa itu muncul dalam benak masyarakat dan menganggap 10 tahun kepemimpinan RHP gagal total di Mamteng.

“Jujur saja ada beberapa kampung yang membuat jalan dengan peralatan berkebun, kami bingung mengapa pimpinan kami membuat kami [rakyat kecil] seperti ini. Kita kecewa apa yang dilakukan bupati, 5 Distrik di Mamteng tidak ada pembangunan yang menonjol,” ujarnya.

Wanimbo lalu membandingkan program pembangunan di Mamteng dengan di kabupaten Lanny Jaya, daerah di wilayah adat Lapago yang sama-sama merupakan kabupaten pemekaran dari Jayawijaya.

Dia menyatakan usia roda pemerintahan di Mamberamo Tengah dan Lanny Jaya tidak jauh berbeda, namun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir pembangunan di Lanny Jaya cukup menonjol.

Ia mencontohkan sudah ada jalan yang beraspal, namun berbeda di Mamberamo Tengah tidak ada. Lalu di Lanny Jaya yang memilik 39 distrik, tiap bulan warganya bisa menerima bantuan dari pemerintah.

“Kami di Mamberamo Tengah hanya 5 Distrik dan 59 Kampung seharusnya bisa seperti di Lanny Jaya, karena kami sedikit tetapi uang masyarakat di bagikan di tempat lain. Di Distrik Erageyam itu masyarakat kerja jalan sendiri menggunakan tangan dan peralatan berkebun agar kendaraan bisa masuk,” katanya.

Sebagai pembanding jumlah penduduk di provinsi Papua menurut kabupaten/kota yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan penduduk di Mamberamo Tengah pada tahun 2020 berjumlah (50.685) dan pada tahun 2022 berjumlah (51.160 jiwa). Sebaliknya jumlah warga di kabupaten Lanny Jaya pada 2020 berjumlah (196.399 ribu) dan pada tahun 2021 berjumlah (198.686).

Melianus Gombo, anggota tim peduli Mamberamo Tengah menambahkan sekaligus menyoroti, tidak ada keterwakilan anggota parlemen asal Mamberamo Tengah di Dewan Perwakilan Rakyat Papua atau DPRP.

Ia menegaskan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir tidak ada representasi wakil rakyat dari Kabupaten Mamberamo Tengah di DPR Papua, sehingga jika ada keluhan seperti saat ini dirasakan rakyat, tidak tahu mereka harus mengadu ke mana.

“Hampir semua wilayah adat Lapago memiliki perwakilan anggota di DPRP Papua, kecuali hanya kabupaten Mamberamo Tengah saja yang tidak ada. Kami pertanyakan itu sebab bupati merupakan kader Partai Demokrat mengapa tidak ada satupun kader dari partai Demokrat itu mewakili Mamberamo Tengah duduk di parlemen [DPR] Papua,” ujarnya.

Melianus Gombo menegaskan jika masyarakat meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus turun dan melakukan audit, sebab peruntukan anggaran untuk program masyarakat kurang diperhatikan dan kondisi ini bukan masyarakat asal bicara tapi fenomena yang terjadi di Mamteng. Ironisnya masyarakat Mamteng yang seharusnya butuh anggaran, namun bupatinya bagi-bagi uang di tempat lain.

“Masyarakat sendiri lapar, tapi bupati bagi-bagi uang di luar Papua. Ini lucu, apa yang kasih suara orang dari luar Papua sampai bupati terpilih. Kami dari 5 Distrik dan 59 Kampung di Kabupaten Mamberamo Tengah yang pilih bupati sekarang [RHP],” ujarnya.

Sebelumnya tersebar di media sosial video berdurasi 120 detik bupati Mamteng sedang membagi-bagikan uang pecahan Rp100 ribu kepada warga yang didominasi para ibu-ibu dan anak-anak.

Informasi yang dihimpun Jubi bahwa aksi spontan itu dilakukan bupati Mamteng setelah mengikuti ibadah minggu di Gereja GIDI di Tangerang, Banten yang lokasinya berada di perumahan warga.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita