Selasa, 28 Juni 2022

Soal Deportasi UAS, Haikal Hassan ke ‘BuzzeRp’ : Kenapa Bela Singapura?

Soal Deportasi UAS, Haikal Hassan ke ‘BuzzeRp’ : Kenapa Bela Singapura?

Jakarta, Swamedium.com —
Tuduhan radikal dan ekstrimis kembali disematkan kepada Ustadz Prof. Abdul Somad Batubara, Lc., MA, yang akrab dipanggil UAS ini. Pemerintah Singapura menolak kedatangan dan mendeportasi UAS beserta keluarga meskipun kedatangannya untuk tujuan wisata.

Banner Iklan Swamedium

Sahabat karib UAS, Ustadz Haikal Hassan yang disapa Babe ini menyayangkan sikap Singapura yang arogan dan tidak menjaga etika bertetangga. “Siapa sesungguhnya yang ekstrimis? Yang menghina para ulama. Singapura sudah terjangkiti Islamophobia,” kata pembina Majelis Keluarga Indonesia (MKI) ini.

Babe merasa heran dengan sikap Singapura. “Kok sama dengan suara BuzzerRp, ane menduga ada pembisik yang sengaja melaporkan kedatangan UAS, “ungkapnya. “Mau sampai kapan bangsa ini dipecah-belah, kok masih ada yang bela Singapura, kan kita tahu banyak koruptor yang maling uang rakyat lari ke Singapura,” lanjut Babe.

Ceramah UAS soal bom bunuh diri pejuang Palestina dan adanya jin dalam patung terus dicuatkan oleh para buzzerRp gara-gara UAS sosok ulama yang tegas dan istiqomah. “Kenapa orang yang berani mengkritik pemerintah harus dimusuhi, UAS itu ulama yang cinta NKRI, ” tegas Babe.

Singapura merupakan negara kecil yang devisa terbesarnya dipasok dari kunjungan wisata dan terbesar dari Indonesia. “Lebih baik kita boikot aja Singapura,” seru Babe Haikal.

Sebagai sesama Penceramah, Babe begitu mengenal sosok UAS. Sosoknya tegas dan santun. Beliau penceramah terhormat, tidak hanya diakui di dalam negeri tapi juga di negara-negara Islam.

“Ini jelas pelecehan bagi Indonesia. Karena UAS merupakan tokoh dan ulama besar, tidak hanya di Indonesia saja bahkan Brunei Darussalam dan Malaysia memberikan penghormatan tinggi terhadap beliau,” jelasnya.

Karena dakwahnya, UAS pernah mendapat gelar profesor tamu di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam pada Januari 2020. (*)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita